Lompat ke isi

Festival Film Indonesia 1977

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Festival Film Indonesia ke-8
Tanggal3 Maret 1977
TempatBioskop Djakarta Theater, Jakarta
Sorotan
Film TerbaikCinta
Penyutradaraan TerbaikSjuman Djaya
Si Doel Anak Modern
Aktor TerbaikBenyamin Sueb
Si Doel Anak Modern
Aktris TerbaikChristine Hakim
Sesuatu yang Indah

Festival Film Indonesia 1977 adalah Festival Film Indonesia yang ke-VIII.

Dewan juri

[sunting | sunting sumber]

Dewan juri Festival Film Indonesia 1977 disusun oleh Dewan Kesenian Jakarta (DKJ) atas instruksi Ketua Yayasan Film Indonesia, Turino Djunaidy. Dewan juri terdiri dari D. Djajakoesoema, Rosihan Anwar, Iravati M. Sudiarso, Zulharmans, Setyadi Tryman MS., Dr. Soedjoko, David Albert Peransi, Taufik Ismail, dan Salim Said.[1]

Pemenang penghargaan

[sunting | sunting sumber]
  • tidak ada pemenang

Sutradara

[sunting | sunting sumber]

Pemeran utama pria terbaik

[sunting | sunting sumber]

Pemeran utama wanita terbaik

[sunting | sunting sumber]

Pemeran pendukung pria terbaik

[sunting | sunting sumber]

Pemeran pendukung wanita terbaik

[sunting | sunting sumber]

Skenario terbaik

[sunting | sunting sumber]
  • Sjuman Djaya - Si Doel Anak Modern

Tata sinematografi terbaik

[sunting | sunting sumber]

Penyunting terbaik

[sunting | sunting sumber]

Tata artistik terbaik

[sunting | sunting sumber]

Tata suara terbaik

[sunting | sunting sumber]
  • tidak diketahui atau tidak ada

Tata musik terbaik

[sunting | sunting sumber]

Kontroversi

[sunting | sunting sumber]

Pada penyelenggaraan Festival Film Indonesia 1977 di Jakarta, untuk pertama kalinya juri memutuskan tidak menetapkan film terbaik tahun itu.[2] Diawali dengan kejadian ketua dewan juri, D. Djajakoesoema, yang jatuh pingsan saat membacakan putusannya, yang kemudian pembacaannya dilanjutkan oleh Rosihan Anwar.[3]

Dalam pertimbangannya, dewan juri memutuskan tidak menetapkan film terbaik karena menuding umumnya produser film Indonesia adalah pedagang mimpi (the dream merchant). Saat itu, dua film diunggulkan untuk meraih Piala Citra Film Terbaik, yaitu Si Doel Anak Modern (Sjuman Djaya) dan Sesuatu Yang Indah (Wim Umboh). Namun permasalahan utama tidak terpilihnya film terbaik lantaran aturan dalam Pedoman FFI waktu itu yang mengharuskan Film terbaik memperoleh sejumlah Piala Citra dari unsur-unsurnya. Namun menurut praktisi perfilman Salim Said yang juga juri pada FFI 1977, pada saat penentuan film terbaik saat itu, unsur-unsur film yang menonjol tersebar di berbagai film sehingga tidak ada film yang memiliki banyak unsur yang menonjol.[3]

Akibat hal tersebut, kemudian diterbitkanlah ketentuan yang mengoreksi kriteria film terbaik serta aturan yang melarang juri membacakan pertimbangan penjurian secara lengkap di depan publik. Pada Festival Film Indonesia berikutnya, juri hanya diperkenankan menyampaikan keunggulan film yang dipilih sebagai pemenang Film Terbaik.[3]

Referensi

[sunting | sunting sumber]
  1. ^ "Maaf, Mengapa Juri Bicara Keras ?". Tempo.co. 12 Maret 1977. Diakses tanggal 13 Desember 2024. 
  2. ^ Kompas (3 Maret 1977). "Keputusan Dewan Juri FFI 1977 Tidak Ada Filem Terbaik". 
  3. ^ a b c Bintang, Ilham (23 November 2010). "Kisruh FFI dari Masa ke Masa". Antara. Diakses tanggal 7 Desember 2024.