Lompat ke isi

Serikat Perusahaan Pers

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Serikat Perusahaan Pers
Asosiasi Pers
IndustriMedia
Didirikan8 Juni 1946; 78 tahun lalu (1946-06-08) in Indonesia
Kantor pusatIndonesia,
Gedung Dewan Pers Lantai 6 Jl. Kebon Sirih No.32, RT.11/RW.2, Gambir, Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10110
Tokoh kunci
Situs webspsindonesia.org

Serikat Perusahaan Pers atau SPS adalah sebuah organisasi perusahaan pers. SPS didirikan di Jogjakarta, 8 Juni 1946. Sebelumnya, organisasi ini bernama Serikat Penerbit Suratkabar.[1]

Pada 8 Juni 1946, tokoh-tokoh, pendiri perusahaan-perusahaan Pers Nasional berkumpul di Yogyakarta untuk mengikrarkan berdirinya Serikat Penerbit Suratkabar (SPS). Organisasi ini menjadi alat perjuangan dalam menjaga kedaulatan Republik Indonesia melalui pers. Salah satu momentum terpenting SPS terjadi tahun 2011, saat Kongres di Bali. Di mana organisasi ini bertransformasi seiring perkembangan bisnis anggota-anggotanya. Menjadi bukan sekedar organisasi penerbit media cetak dan mengubah brand Serikat Penerbit Suratkabar menjadi Serikat Perusahaan Pers.

Saat ini SPS memiliki 30 cabang provinsi yang di seluruh Indonesia, dengan lk. 600 anggota perusahaan pers. Mayoritas berasal dari media cetak arus utama yang sudah mengembangkan bisnis persnya ke berbagai platform.[2]

Visi & Misi

[sunting | sunting sumber]

“Menegakkan Kemerdekaan Pers dan Membangun Industri Pers yang Sehat dan Bermartabat”

Daftar Ketua Umum SPS

[sunting | sunting sumber]
  1. Djamal Ali SH (1969-1984)
  2. Sunardi DM (1984-1989)
  3. Zulharmans (1989-1994)
  4. Jakob Oetama (1994-2010)
  5. Dahlan Iskan (2010-2019)
  6. Alwi Hamu (2019-2023)
  7. Januar P. Ruswita (2023-sekarang)

Daftar Dewan Pengurus Pusat 2023-2027

[sunting | sunting sumber]
  1. H. Januar Primadi Ruswita (Ketua umum)
  2. Asmono Wikan (Sekretaris Jenderal)
  3. Dewi Indriastuti (Wakil Sekjen 1)
  4. Mohammad Hasbi (Wakil Sekjen 2)
  5. Zetta Saraswati (Bendahara Umum)
  6. Syamsudin Hadi Sutarto (Wakil Ketum Bidang Organisasi & Hukum)
  7. Bernardus Wilson Lumi (Ketua Bidang Organisasi & Hukum)
  8. Suhendro Boroma (Wakil Ketum Bidang Anggota & Pendidikan)
  9. Dahlan Dahi (Ketua Bidang Anggota & Pendidikan)
  10. Pung Purwanto (Wakil Ketum Bidang Hubungan Antarlembaga & Komunikasi)
  11. Arif Budisusilo (Wakil Ketum Bidang Konvergensi Media)
  12. Irwa R. Zarkasi (Wakil Ketum Bidang Riset & Pengabdian Masyarakat)
  13. Maesa Samola (Ketua Bidang Konvergensi Media)

Daftar Dewan Pertimbangan Pusat 2023-2027

[sunting | sunting sumber]
  1. ABG Satria Naradha (Ketua)
  2. Dr.H.SYAFRIADI, SH, MH. (Sekretaris)
  3. H. Alwi Hamu (Anggota)
  4. Dahlan Iskan (Anggota)
  5. Dahlan Iskan (Anggota)
  6. H. Basril Djabar (Anggota)
  7. Paulus Tri Agung Kristanto (Anggota)
  8. Gusti Rusdi Effendi (Anggota)
  9. Marganas Nainggolan (Anggota)
  10. H. Syafik Umar (Anggota)
  11. Kukrit Suryo Wicaksono (Anggota)
  12. M. Ridwan (Anggota)
  13. Imam Satriyadi (Anggota)
  14. Meiky Sofyansyah (Anggota)

Penggantian nama

[sunting | sunting sumber]

Serikat Penerbit Suratkabar mengganti namanya menjadi Serikat Perusahaan Pers pada 2011, bertepatan dengan hari jadi SPS yang ke-65.[1][3] SPS didirikan di Jogjakarta, 8 Juni 1946. Sebelumnya, organisasi ini bernama Serikat Penerbit suratkabar.[1] Penggantian nama ini terjadi dalam Kongres XXXIII di Bali pada 7-09 Juni 2010.[1][3] Tidak hanya mengganti nama, SPS juga melakukan perubahan logo dan mentransformasi dirinya tidak hanya sebagai organisasi penerbit media cetak seperti suratkabar, tabloid, dan majalah, tetapi juga menjadi organisasi yang mewadahi para penerbit perusahaan pers.[1] Setelah mengubah namanya menjadi Serikat Perusahaan Pers, SPS memperluas cakupannya tidak hanya di media cetak tetapi juga merambah ke media non cetak (media siber dan penyiaran).[1] Perubahan ini dilatarbelakangi oleh dinamika yang terjadi pada bisnis industri media secara global.[1]

Pasca kongres

[sunting | sunting sumber]

Pada Kongres XXXIII yang dilaksanakan di Bali pada 7-9 Juni 2010, SPS dipimpin oleh ketua umum mantan pemilik Grup Jawa Pos, Dahlan Iskan dan Jakob Oetama sebagai ketua dewan pertimbangan yang menjabat mulai tahun 2010-2015.[3][4] Kemudian, dalam kongres SPS XXIV yang berlangsung di Hotel Harris Batam Center, Batam, Kepulauan Riau, 6 Februari 2015, Dahlan Iskan kembali terpilih sebagai ketua umum SPS periode 2015-2019.[4] Proses pemilihan ketua umum tersebut berlangsung dengan mekanisme aklamasi.[3][4] Pembukaan Kongres SPS XXIV juga diresmikan oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla bersamaan dengan pembukaan ASEAN Summit yang merupakan rangkaian acara memperingati Hari Pers Nasional 2015.[4]

Pemberian penghargaan

[sunting | sunting sumber]

SPS memberikan penghargaan kepada media kormesial, produk media perusahaan, dan pers mahasiswa. Pemberian penghargaan ini dilakukan dalam rangka mendorong industri pers nasional. Penghargaan yang diberikan mencakup Indonesia Print Media Awards (IPMA), Indonesia inhouse Magazine Awards (InMA), Indonesia Young Readers Awards (IYRA), dan Indonesia Student Media Awards (ISMA), Indonesia Digital Media Awards (IDMA). Press Release Terbaik, Press Gathering Terbaik, Press Conference Terbaik, dan Program Media Relations Terbaik.

Keanggotaan

[sunting | sunting sumber]

Hingga Desember 2024, SPS memiliki 600 lebih anggota perusahaan pers yang tersebar di 30 Provinsi seluruh Indonesia.[1] Mayoritas merupakan perusahaan media harus utama.

Referensi

[sunting | sunting sumber]
  1. ^ a b c d e f g h (Indonesia) SPS Indonesia. "Tentang Kami". Diakses tanggal 21-Maret-2015. 
  2. ^ "Serikat Perusahaan Pers". www.spsindonesia.org. Diakses tanggal 2025-02-04. 
  3. ^ a b c d (Indonesia) Tribun News. "Dahlan Iskan kembali pimpin Serikat Perusahaan Pers". Diakses tanggal 21-Maret-2015. 
  4. ^ a b c d (Indonesia) Kompas Nasional. "Hari ini Wapres Buka Kongres Serikat Perusahaan Pers di Batam". Diakses tanggal 21-Maret-2015.